Balton Industries terdiri dan empat perusahaan yang berbeda yang bergerak pada industri yang berbeda. Balton, bisnis multi jutaan dollar, selalu beroperasi dengan dana yang minimum untuk mendapatkan peluang investasi maksimal kepada organisasi secara seluruh, Balton telah berhasil dalam bisnis selama 16 tahun dan belakangan ini telah menguasai asset tunai yang dapat digunakan untuk investasi jangka panjang.

PROSEDUR SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN

1. Data

Data adalah sekumpulan karakter yang diterima sebagai masukan suatu informasi dan didesain serta diolah. Tahap ini merupakan tahap proses pengenalan persoalan untuk mengetahui ada tidaknya masalah. Masalah yang dihadapi oleh Balton Industries adalah masalah pengalokasian dana yang menganggur untuk investasi. Untuk itulah konsultan dipanggil untuk memberikan masukan altematif investasi. Vice president kemudian memberikan penilaian dan memberikan persyaratan terhadap masing-masing faktor-faktor investasi.

Adapun data yang diperoleh adalah :

  1. Data jumlah dana yang menganggur
  2. Data jumlah alokasi dana untuk uang tunai.
  3. Data masing masing alternatif beserta data faktor-faktor investasi
  4. Data persyaratan dari Vice President.
  5. Data fungsi utilitas berdasarkan nilai yang ditetapkan oleh Vice President.

2. Model

Model adalah suatu representasi atau formalisai dari suatu sistem nyata. Dilihat dari Strukturnya, model dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

a. Model ikonis
Model ikonis mempertahankan sebagian dari sifat-sifat fisik dari hal-hal yang diwakili  mereka. Model ini menyerupai sistem sebenarnya tetapi dalam skala yang berbeda.

b. Model Analog
Model yang terdapat substitusi komponen-komponen atau proses-proses, guna menunjukkan persamaan dari apa yang dibentuk modelnya. Model ini menggunakan karakteristik suatu sistem untuk merepresentasikan beberapa karakteristik system lain. Model ini dapat menggambarkan situasi dinamis dinamis diperkirakan untuk perkiraan dan pengendalian.

c. Model Simbolik /Kuantitatif
Model-model simbolik menggunakan berbagai simbol untuk menerangkan aspek aspek dunia nyata. Prediksi atau pemecahan optimal dapat dicapai dari model-model simbolik ini dengan menerapkan metode-metode matematika. statistika dan logika. Keterbatasan praktis dari model simbolik ini adalah bahwa hasilnya mungkin tidak mudah diinterpretasikan, bahkan di kalangan para ahli, karena asumsi-asumsi dari model tidak cukup dikemukakan.

Dilihat dari ketiga jenis model tersebut, maka yang paling tepat untuk digunakan dalam kasus ini adalah metode simbolik kuantitatif karena dapat diterjemahkan dalam model-model matematis.

Model-model kuantitatif dapat dibagi menjadi model statistika, model optimasi, model  heuristik dan model simulasi.

a. Model Statisik
Model yang mendiskripsikan dan menyimpulkan data.

b. Model Optimasi
Model yang digunakan untuk menentukan jawab terbaik. Model ini dibedakan atas model optimasi analitik dan model optimasi algoritmik.
1.   Model optimasi mlalitik
Mencari jawab terbaik melalui proses yang langsung dan tidak berulang ulang.
Contoh : Analisis marjinal, Analisis inkremental
2.   Model algoritmik
Mencari jawab teknik melalui proses yang berulang atau iteratif.
Conton : Metode simpleks, Metode transportasi, Metode persediaan

3. Model Heuristik

Model yang digunakan untuk mencari jawab yang baik, tetapi bukan jawab optimum. Model ini metllpakan pendekatan praktis.

PENDEKATAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN

Pendekatan yang umumnya digunakan dalam sistem pendukung keputusan adalah pendekatan data/object oriented clan pendekatan proses/process oriented.

Pendekatan data / data oriented

Pendekatan berorientasi objek ini mengambil asumsi dasar bahwa data lebih stabil dibandingkan dengan proses yang mempergunakannya. Pendekatan berorientasi objek ini menciptakan modul-modul database sebagai dokumen analisis sama dengan batasan objek yang ada dalam sistem nyata. Dengan demikian, ada korespondensi satu satu antara objek sistem dan komponen dokumen analisis ketika pendekatan berorientasi objek ini diterapkan. Hal ini menjadi keuntungan yang signifikan dari penerapan model ini.

Yang menjadi pusat perhatian dalam pendekatan ini adalah datanya, dan bukan proses yang menghasilkan data tersebut ataupun proses yang memanfaatkan data tersebut. Secara sederhana, pendekatan ini dapat ditunjukkan melalui diagram datanya.

Pendekatan Proses I Process 0riented

Pendekatan berorientasi proses (process oliented) ini mendasarkan metodologinya pada kestabilan proses. Kestabilan proses yang dimaksudkan adalah adanya proses yang sudah tertentu, jelas dan terdefinisi. Dengan spesifikasi proses seperti ini, maka database dapat dibuat dan diimplementasikan. Pendekatan berorientasi proses ini memusatkan perhatian pada sistem yang sedang dikembangkan, memanfaatkan penggunaan kembali kode-kode proses yang ada, evaluasi keterkaitan proses, penilaian terhadap produktivitas proses dan biaya, serta akhirnya membuat suatu proses standar.

Secara singkat, pendekatan ini menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan dari proses-proses tertentu dan terdefinisi yang saling berinteraksi. Pendekatan ini menghasilkan di dalamnya rancangan database yang digunakan oleh proses-proses tersebut. Deskripsi dari data-data ini disimpan dalarn data dictionary.

Gambar sederhana dari pendekatan berorientasi proses ini dapat dilihat dari diagram aktivititasnya. Yang menjadi titik perhatian adalah prosesnya dan bukan datanya.

Pemilihan Pendekatan yang dipergunakan

Tujuan perusahaan Balton Industries:  Mengoptimumkan fungsi utilitas dari alokasi alternatif investasi.

Pendekatan yang dipilih adalah pendekatan data, karena dalam kasus ini, data, yang berbeda khususnya untuk data alternatif investasi dan data untuk nilai utilitas mempengaruhi hasil yang didapatkan. Data-data tersebut tidak didapatkan dari suatu proses. Biasanya untuk nilai utilitas, tergantung kepada nilai pada diri masing-masing pengambil keputusan (decision makers).

Sumber : http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1459/1/industri-tuti.pdf

Oleh: vhe4p00h | November 26, 2010

Penerapan ERP, SCM dan CRM Dalam Bisnis Perusahaan

Proteksi bisnis tidak akan diperoleh secara langsung dari pemerintah, setiap pelaku bisnis dituntut agar dapat bersaing dan berkompetisi secara sehat dengan competitor dari negara lain untuk bersaing memperebutkan pasar regional. Bilamana pelaku bisnis domestic tidak memiliki kemampuan untuk berkompetisi secara sehat maka potensi pasar yang ada akan dengan mudah diambil alih oleh competitor dari negara lain.

 

Agar dapat berkompetisi secara sehat maka perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi dan menjawab tantangan yang dihadapi. Peningkatan mutu produk dan layanan akan menjadi focus utama guna meningkatkan kualitas kepuasan konsumen sebagai tolok ukur pencapaian keberhasilan bisnis. Selain itu peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan perusahaan akan meningkatkan laba disisi perusahaan serta pengurangan biaya yang akan membawa manfaat pada harga jual produk dan jasa yang lebih kompetitif.

 

Sejalan dengan perkembangan sistem informasi yang berkaitan dengan manajemen, pada saat ini telah berkembang aplikasi bisnis yang terkait dengan manajemen perusahaan sebagai pengembangan dari sistem informasi manajemen sebagaimana telah dikenal sebelumnya. Aplikasi bisnis tersebut telah menjadi tren manajemen saat ini dan tidak saja dimanfaatkan oleh bisnis telekomunikasi melainkan juga oleh seluruh pelaku bisnis di dunia. Aplikasi aplikasi tersebut memiliki peran yang berbeda dengan dengan sasaran yang berbeda pula. Aplikasi sebagaimana dimaksud adalah :

ERP (Enterprise Resource Planning)

Enterprise Resources Planning (ERP) adalah merupakan aplikasi terpadu yang memberikan dukungan sistem informasi kepada manajemen dalam hal pengelolaan sumberdaya perusahaan yaitu : Keuangan, Sumberdaya Manusia, Logistik

 

Ketiga sumberdaya tersebut akan membentuk sistem informasi back office bagi perusahaan dalam rangka mendukung kegiatan bisnis utama. Adapun definsi ERP adalah “ Suatu solusi terpadu yang melibatkan pengelolaan sumberdaya organisasi baik Manusia, Uang, Material dan Manajemen dengan memanfaatkan basis data yang terintegrasi sehingga hanya dibutuhkan satu kali input data untuk setiap transaksi dan akan berpengaruh dengan fungsi lain didalam modul sistem informasi”

Syarat terpenting dari sistem ERP adalah Integrasi. Integrasi yang dimaksud adalah menggabungkan berbagai kebutuhan pada satu software dalam satu logical database, sehingga memudahkan semua departemen berbagi informasi dan berkomunikasi.



Gambar 1. Konsep dasar ERP (Rashid et al. 2002)

Tujuan sistem ERP adalah untuk mengkoordinasikan bisnis organisasi secara keseluruhan. ERP merupakan software yang ada dalam organisasi/perusahaan yang bertujuan untuk:

  • Otomatisasi dan integrasi banyak proses bisnis
  • Membagi database yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise
  • Menghasilkan informasi yang real-time
  • Memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan

 

SCM (Supply Chain Management)

Supply Chain Management (SCM) adalah merupakan aplikasi terpadu yang memberikan dukungan sistem informasi kepada manajemen dalam hal pengadaan barang dan jasa bagi perusahaan sekaligus mengelola hubungan diantara mitra untuk menjaga tingkat kesediaan produk dan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan secara optimal. SCM memiliki keterkaitan secara langsung dengan ERP terutama dari sisi Logistik Perusahaan, pembelian dan hutang serta manajemen mitra.

 

Adapun definsi SCM adalah “ Suatu solusi terpadu yang melibatkan pengelolaan sumberdaya organisasi atas kebutuhan barang dan jasa dan juga meliputi manajemen para mitra dengan memanfaatkan basis data yang terintegrasi dan bertujuan untuk menjamin terpenuhinya tingkat kebutuhan material suatu organisasi”


Gambar 2. Model Supply Chain (A. T. Kearney, 1994)

SCM berusaha mencapai optimasi global. Merupakan proses untuk menemukan strategi terbaik bagi keseluruhan supply chain (systemwide). Adalah sangat menantang untuk mendesain dan mengoperasikan supply chain yang secara keseluruhan biayanya minimal, serta service levelnya terjaga.  Ada 3 macam hal yang harus dikelola dalam supply chain yaitu pertama, aliran barang dari hulu ke hilir contohnya bahan baku yang dikirim dari supplier ke pabrik, setelah produksi selesai dikirim ke distributor, pengecer, kemudian ke pemakai akhir. Yang kedua, aliran uang dan sejenisnya yang mengalir dari hilir ke hulu dan ketiga adalah aliran informasi yang bisa terjadi dari hulu ke hilir atau sebaliknya.


Integrasi supply chain dilakukan untuk mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas sepanjang supply chain sehingga dapat meningkatkan performasi anggota supply chain

 

CRM (Customer Relationship Management)

Customer Relationship Management (CRM) adalah merupakan aplikasi terpadu memberikan dukungan sistem informasi kepada manajemen dalam hal hubungan kepada pelanggan dengan memiliki keterkaitan yang erat secara langsung dengan ERP terutama dari sisi penjualan, serta piutang. CRM lebih berfokus kepada upaya untuk memahami kebutuhan pelanggan agar dapat diberikan layanan secara cepat dan tepat.

 

Adapun definsi CRM adalah “ Suatu solusi terpadu yang melibatkan pengelolaan sumberdaya organisasi meliputi manajemen para pelanggan dengan memanfaatkan basis data yang terintegrasi dan bertujuan untuk menjamin terpenuhinya tingkat kebutuhan pelanggan akan barang dan jasa serta meningkatkan kualitas hubungan antara organisasi dengan pelanggan”


Gambar 3. Proses Bisnis CRM (Joko Nurjadi, 2008)

 

Tujuan dan manfaat penerapan ketiga aplikasi bisnis tersebut adalah

 

  • Meningkatkan kualitas produk dan layanan
  • Mempercepat dan mengefektifkan proses bisnis perusahaan
  • Meningkatkan pemahaman atas kebutuhan konsumen sehingga dapat diperoleh gambaran profil konsumen secara umum agar dapat ditentukan sasaran yang menjadi prioritas dalam pengembangan infrastruktur jaringan dan jenis layanan yang diberikan
  • Meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga diharapkan akan dapat meningkatkan kinerja manajemen secara menyeluruh.
  • Meningkatkan produktifitas dan kualitas SDM.

 

Daftar Pustaka

http://suhendi.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/29/peran-enterprise-resource-planning-erp-dalam-meningkatkan-kinerja-perusahaan/

http://pembodohanbumi.blog.friendster.com/

http://tsavo4.blogspot.com/2008/09/penerapan-erp-di-pln.html

http://vitoasse.blogspot.com/2008/05/e-procurement-pada-perusahaan-pt-garuda_4985.html

http://blog.trisakti.ac.id/riki/2010/03/12/strategi-meningkatkan-persaingan-bisnis-perusahaan-dengan-penerapan-e-commerce/

http://blog.unila.ac.id/khairiah/files/2009/06/peranan-supply-chain-management.doc

http://blog.unila.ac.id/bluephoenix/files/2009/06/doni-purnama0711011060.pdf

Kategori